DILI – (Lifaupress): Timor-Leste telah melepas 100 pekerja untuk bekerja di berbagai perusahaan di Australia. Sebelumnya, Timor-Leste juga telah mengirimkan ratusan pekerja untuk bekerja di negara Kanguru tersebut.
Sekretaris Negara untuk Pelatihan Profesional dan Tenaga Kerja (SEFOPE), Rogerio Araujo Mendonça, saat melepas pekerja-pekerja tersebut di Dili dua minggu lalu, mengatakan bahwa program ini merupakan kesempatan baik bagi warga Timor-Leste untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kerja serta membawa manfaat ekonomi bagi keluarga.
Selama ini, Timor-leste mengirimkan tenaga kerjanya ke Australia, Jepang, Korea, dan dalam waktu dekat juga akan direalisasikan dengan Selandia Baru.
“Australia sangat senang menerima pekerja-pekerja baru dari Timor-Leste, karena ini membawa manfaat bagi Pemerintah Australia dan Timor-Leste,” kata Sekretaris Negara SEFOPE kepada wartawan pada hari Kamis (07/08/2025) di Ballroom Hilton Fatuhada, Dili.
Rogerio Araujo Mendonça menjelaskan bahwa 53 perusahaan telah mengunjungi Timor-Leste beberapa waktu lalu untuk membahas kebutuhan pekerja Timor-Leste. Dan sekitar 60 perusahaan lainnya juga berminat untuk merekrut pekerja muda Timor-.
Selama ini, pekerja-pekerja Timor-Leste di Australia telah menunjukkan perilaku dan kinerja yang sangat baik.
“Timor-Leste dan Australia telah menandatangani pernyataan bersama untuk terus meningkatkan jumlah pekerja yang akan bekerja di Australia dalam 2-3 tahun ke depan. Kami perlu mempersiapkan hampir 10.000 orang. Sekarang, kami sedang mempersiapkan mereka,” tambah Sekretaris Negara.
Oleh karena itu, Pemerintah serius membuka pusat-pusat pelatihan di kabupaten-kabupaten untuk merespons pasar kerja dari Australia ketika dibutuhkan.
Sementara itu, Simoa Gabriella Belo, seorang pekerja dari Kabupaten Baucau di bidang hortikultura, merasa senang karena telah mendapatkan kesempatan kerja di Australia.
“Ada banyak tantangan, dibandingkan dengan bekerja di Timor. Namun, ketika kita menghadapi kesulitan dalam bahasa Inggris atau tidak tahu pekerjaan, kita harus meminta bantuan kepada mereka untuk membantu kita,” kata Simoa Belo.
Dia juga memiliki harapan untuk kembali ke Timor dan melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman kerja dan uang yang dia dapatkan.
“Kita harus berpikir tentang masa depan, selalu maju. Oleh karena itu, kita perlu memikirkan bagaimana kita dapat menggunakan apa yang kita dapatkan,” tambahnya.
Dia juga meminta kepada kaum muda yang belum mendapatkan kesempatan untuk bersabar dan menunggu kesempatan berikutnya. “Kita yang pergi duluan harus menunjukkan contoh yang baik,” katanya. (*)

